[FICLET] Of Love and The Sweet Sorrow

PLAGIARISM IS FORBIDDEN

DO NOT COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION

Of Love and The Sweet Sorrow

author: tomomikazuko13

Because the pain made people feel a weakness, and the weakness taught ‘em how is strong to be.

œ§œœ

Central park, Seoul 11:51 PM KST

Angin musim gugur masih setia bermain di tengah kota Seoul yang mulai beristirahat. Sudah hampir tengah malam, kendaraan yang berlalu lalang juga mulai berkurang. Di trotoar jalan seorang gadis dengan longcoat putihnya berdiri terpaku menatap taman yang ada di depannya. Kedua tangannya ia masukkan kedalam saku. Ia melangkahkan kakinya ke tengah-tengah taman dan berdiri mematung dihadapan sebuah ayunan. Hidung dan bibirnya mulai memerah karena udara malam yang perlahan-lahan membekukan tubuhnya. Terkadang ia mendongakkan kepalanya, sambil merasakan angin musim gugur yang memainkan helai rambutnya.

Beberapa saat kemudian gadis itu tersadar dari keasyikannya dan mulai merogoh sakunya mengambil sebuah benda yang terus mengeluarkan nada dering. Ia menekan tombol answer dan menghela napas panjang sebelum mengucapkan sepatah kata kepada lawan bicaranya.

Yeobosseyo..” Ucap gadis itu dengan suara lirih.

Neo eoddiya?” Jawab suara di seberang sana.

Aku?Kau tidak perlu tahu Hyun-ah. Aku baik-baik saja. Jangan mencariku.”

“Tidak bisakah menjawab saja saat ini kau dimana? Jangan membuatku khawatir. Ini sudah larut malam Soo-ya!”

“Hahaha..kau mengkhawatirkan aku?” Gadis itu memaksakan tawanya yang justru terdengar menyedihkan.

Maafkan aku, sekarang katakan kau dimana. Aku akan menjemputmu.”

“Apa pedulimu menjemputku? Aku kan bukan siapa-siapamu. Berhentilah bersikap seolah-olah kau peduli padaku jika kenyataannya tidak sama sekali! Aku matikan teleponnya, Selamat malam Cho Kyuhyun!”

“YA! Soo-ya dengar-“ Sebelum lawan bicaranya menyelesaikan ucapannya, gadis itu mencabut baterai ponselnya dan memasukkannya lagi ke dalam saku.

I feel so much pain for someone, and the stupid thing is he doesn’t even care to give an attention..

Perlahan-lahan bahu gadis itu mulai bergetar, ia mememeluk kedua lututnya dan menenggelamkan kepalanya diantar kedua bahunya. Udara yang dingin tak cukup membuatnya menyerah dan kembali ke rumah. Ia malah berharap tubuhnya membeku saja agar sakit yang menekan ulu hatinya ikut menghilang. Tak lama dirasakannya sebuah tangan melingkar di bahunya. Menariknya ke dalam sebuah pelukan. Gadis itu tahu persis siapa yang memeluknya saat ini dari aroma parfum dan hela napas orang itu.

Pria itu menatap gadis yang kini sedang memandangi taman di seberang jalan melalui kaca mobilnya. Ia ragu untuk mendekati gadis itu setelah apa yang ia lakukan kepadanya. Pria itu pada akhirnya mengambil ponselnya dan menekan kombinasi tombol lalu mendekatkannya ke telinga. Ia masih menaruh perhatian pada gadis itu, melihatnya tersadar dari keasyikannya dan merogoh sakunya. Tak lama kemudian sambungan telepon tersebut diangkat. Ya, pria ini menelepon gadis dengan longcoat putih itu.

Yeobosseyo..” Terdengar suara lirih di seberang sana.

Neo eoddiya?” Jawab pria itu

Aku?Kau tidak perlu tahu Hyun-ah. Aku baik-baik saja. Jangan mencariku.”

“Tidak bisakah menjawab saja saat ini kau dimana? Jangan membuatku khawatir. Ini sudah larut malam Soo-ya!” Kyuhyun mencoba mengendalikan emosinya.

“Hahaha..kau mengkhawatirkan aku?”  Gadis itu tertawa, tapi Kyuhyun tau ia sedang menahan tangisnya.

Maafkan aku, aku tak bermaksud menyakitimu Soo-ya..sekarang katakan kau dimana. Aku akan menjemputmu.”

“Apa pedulimu menjemputku? Aku kan bukan siapa-siapamu. Berhentilah bersikap seolah-olah kau peduli padaku jika kenyataannya tidak sama sekali! Aku matikan teleponnya, Selamat malam Cho Kyuhyun!” Napas Kyuhyun tercekat. Ia tak bermaksud seperti itu dan benar dugaannya, gadis itu tak akan bersedia untuk dijemput.

“YA! Soo-ya dengar-“ Belum selesai ia menyelesaikan kata-katanya, sambungan telepon tersebut sudah terputus.

Ia melihat gadis itu bergerak mendekati taman dan masuk ke dalamnya. Ia ragu haruskah mendekatinya atau tidak. Tapi perasaan bersalahnya memaksanya untuk turun dari mobil dan menyusul gadis itu ke taman. Ia sedikit berlari dan memperlambat langkahnya saat melihat bahu gadis itu bergetar. Kepalanya ia tenggelamkan diantara lutut dan bahunya. Kyuhyun merasakan nyeri di dada melihat gadis itu menitikkan air mata karena hal yang diperbuatnya. Ia mendekati gadis itu, menyamakn tingginya lalu menarik bahu gadis itu perlahan kedalam pelukannya. Gadis itu tak bergeming. Dan sekali lagi Kyuhyun tahu, ini semua karena sikapnya yang keterlaluan. Seharusnya dari awal dia memilih salah satu.

Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil Kyuhyun. Sisa-sisa air mata masih terlihat jelas di sudut mata gadis itu. Keduanya terdiam, tak ada yang berusaha memecahkan keheningan. Dan tak lama kemudian Kyuhyun menginjak pedal gasnya membelah jalanan kota Seoul yang mulai membisu.

Ϥ

Flashback

Gadis itu mengetuk-ngetukan jemarinya ke meja persegi dihadapannya. Sudah satu jam ia menunggu Cho Kyuhyun dan sampai sekarang pria itu belum juga muncul di hadapannya. Ia membutuhkan pria itu, satu-satunya yang ia miliki di Seoul hanya Kyuhyun. Orangtuanya terlalu sibuk bertengkar dan memenangkan egonya masing-masing. Bahkan kegelisahannya saat ini akibat ulah orangtua yang memaksanya menuruti kemauan mereka.

Ia terkesiap saat melihat ponselnya bergetar dan segera mengangkatnya. Sedetik kemudian dadanya terasa sesak. Lagi-lagi pria itu membatalkan janjinya. Gadis itu memasukkan ponselnya ke dalam tas dan meraih mantelnya kemudian meninggalkan kafe itu.

Maaf aku tidak bisa datang Soo-ya. Ada hal penting dan mendesak yang harus kulakukan.

Dan yang dilakukannya sekarang adalah berjalan kaki menuju gedung tempat Kyuhyun menghabiskan waktunya sebagai seorang artis dari sebuah manajemen. Sesekali ia mengutukki dirinya sendiri karena terlalu membawa perasaannya saat bersama Kyuhyun sehingga saat ia lemah, satu-satunya hal yang bisa membuatnya kuat hanyalah kehadiran pria itu. Langkahnya terhenti ketika dari seberang jalan ia melihat pria yang ia kenal sedang membukakan pintu untuk seorang gadis. Gadis itu terlihat cantik dengan mantel bulu berwarna broken white dan stocking hitam yang membalut tubuhnya. Rambutnya yang dark brown  ia biarkan jatuh tergerai. Keduanya saling tersenyum. Dan gadis lain yang menyaksikan pemandangan itu hanya bisa menahan air mata yang mulai memaksa keluar dari sudut matanya. Pria itu, Cho Kyuhyun, membatalkan janjinya untuk urusan penting yang ternyata adalah gadis cantik yang sedang bersamanya sekarang.

Membuat gadis lain tertawa dan membiarkan aku menangisimu Cho Kyuhyun? Oh tentu saja aku tidak begitu penting baginya. Aku bukan siapa-siapanya. Kau yang terlalu bodoh menyerahkan kelemahanmu padanya selama ini, Choi Hyunsoo.

Gadis bernama Hyunsoo itu meraih ponselnya dan mengetikkan beberapa kalimat kemudian menekan tombol send lalu memasukkan kembalim ponsel itu ke dalam tas jinjingnya.

To: PrinceCho

Havent I said this before? That it was a good thing that I loved you,
Thank you for bringing me happiness before. Now, Im done to lean my weakness on you.

Flashback end

Ϥ

Kyuhyun dan Hyunsoo seperti sepasang kekasih. Jika mencari Kyuhyun tak jauh darinya pasti ada Hyunsoo. Tak ada penjelasan status diantara keduanya. Dan inilah yang membuat gadis itu berkali-kali tersakiti. Kyuhyun seakan terus menguji kesabarannya. Dekat dengan artis A lalu B, terakhir kali adalah meninggalkan Hyunsoo yang sedang membutuhkannya karena gadis lain. Dulu sekali saat semuanya masih berjalan dengan mulus, Kyuhyun adalah penyemangat terbesar yang ia miliki begitu pula sebaliknya. Tetapi semuanya sudah tidak sama. Entah karena kesabaran Hyunsoo yang mendekati batas maksimal. Atau memang gadis itu tak ingin lagi menjadi penghalang kebahagiaan Kyuhyun dengan gadis yang dia pikir dicintai pria itu.

Pagi-pagi sekali Kyuhyun dikejutkan dengan kemunculan Hyunsoo dari dalam kamarnya dengan satu tas besar serta koper di tangan yang lain. Tak berbeda dengan Kyuhyun, Hyunsoo juga terkejut melihat pria itu ada di hadapannya kini. Ia pikir Kyuhyun sudah berangkat latihan seperti biasa. Tetapi yang terjadi justru pria itu sedang berdiri tegap dihadapannya dan melemparkan pandangan bertanya kepadanya.

“Kau mau kemana?”

“Aku akan ikut dengan ayahku. Dia baru saja mejodohkanku dengan putra dari keluarga Lee kemarin. Kupikir tak ada salahnya mencoba perjodohan itu.”

Hyunsoo, gadis itu tak berani menatap pria di hadapannya. Ia takut kalau Kyuhyun menemukan kebohongan di dalam ucapannya. Ya, dia tak benar-benar ingin menuruti perjodohan yang direncanakan ayahnya. Bukankah ia mengatakan ingin melepaskan Cho Kyuhyun? Dan ide mengikuti perjodohan itu juga bukan hal yang buruk. Setidaknya ia membutuhkan obat baru untuk sementara waktu

“Kenapa tidak bercerita? Apa kau benar-benar menurutinya sesuai dengan keinginanmu bukan terpaksa?”

Hyunsoo mendengus.

“Jangan lupa Cho Kyuhyun, yang membatalkan janji kemarin bukan aku. Apakah kau peduli saat ayahku memaksaku untuk mengikuti perjodohan itu? Apa kau peduli perasaanku saat tak memiliki siapa-siapa untuk bercerita? Tadinya aku ingin meminta saranmu karena appa bersedia memberikanku waktu untuk berpikir. Lagipula, terpaksa atau tidak itu bukan urusanmu. Aku bukan siapa-siapamu, ingat?”

Hyunsoo tertawa mengejek sambil menahan air mata yang siap merobohkan pertahanannya. Sedangkan Kyuhyun semakin merasa bersalah diperbuatnya.

Haruskah ia melepaskan Hyunsoo? Dia sendiri tidak yakin kalau ia tidak mencintai gadis itu. Tapi ia terlalu naif untuk mengakuinya. Bodoh! Cho Kyuhyun bodoh. Kau sudah tahu jawabannya, mengapa masih terus menyakitinya? Pria itu mengutuki dirinya dalam hati.

Hyunsoo baru saja ingin melangkahkan kakinya ketika Kyuhyun menariknya ke dalam pelukan. Gadis itu memberontak tetapi Kyuhyun malah semakin mempererat dekapannya.

“Biarkan aku menjelaskan semuanya. Aku tak bermaksud mempermainkanmu Soo-ya. Jangan seperti ini!”

“Tak ada yang perlu dijelaskan. Aku tidak ingin mendengarkan apapun darimu. Lepaskan aku! Lep-“ 

Kyuhyun mengunci bibir Hyunsoo dengan bibirnya. Dan seketika pertahanan yang susah payah dibangun Hyunsoo runtuh begitu saja. Air mata mengalir dari kedua mata almondnya. Kyuhyun terus melumat bibirnya frustasi. Hyunsoo berusaha menghindari ciuman tersebut namun yang terjadi justru Kyuhyun mendorong tubuhnya hingga membentur dinding. Pria itu menahan tangan Hyunsoo di samping kepalanya dan melepaskan ciuman itu.

Gadis itu terisak.

“Mianhanda Soo-ya. Im not brave enough to confess this feeling towards you.”

Kyuhyun menunduk, ia tak berani menatap mata Hyunsoo yang sudah basah dengan air mata.

“Im sorry to love you, just let me go. I never  forced you to do the same way I did. Im done with you Kyuhyun.”

“Saranghae Hyunsoo-ya.”

Tubuh gadis itu menegang mendengar perkataan Kyuhyun. Ia yakin yang didengar tadi hanya halusinasinya.

“Lepaskan aku. Appa sudah menungguku. Aku harus pergi Kyuhyun-ssi.”

Kyuhyun tak lagi menahan Hyunsoo dan membiarkan gadis itu mengambil tas dan kopernya.

“I love you and always be. Mianhae, for giving you so much pain.” Ucap Kyuhyun lirih.

“That’s too late. I’ve decided. Maybe in another life time. Annyeong Kyuhyun-ah.”

If only the fate fated both of them, they’ll come back to the path they supposed to be.

 

Ϥ

The End

15 thoughts on “[FICLET] Of Love and The Sweet Sorrow

  1. Whoooaaa… Too bas its sad ending but still its a good story. I like how the flow of yours.

    Can i ask you?? What font color do you use? Is it black or another? Cause I couldnt barely see it.

    Afterall this is a good story, do you have another title? I like to see it..

    Thank you ^^~

  2. i love the way you tell the story but i don’t really like sad ending *kasian kyu…
    pertamnya sempet cengok sendiri klimpungan nyari tulisannya dimana,, eheh trnyata da… idemu kreatif utk select reader… btw, q reader bru, nanik lasmi imnida,, bangapsumnida (:

    • so much thanks for you dear! :3
      nice to know you nanik-ssi.
      well, sorry for confusing you hehehe
      is that a praise for me? im flattered then 😀
      aku suka sad ending. entah kenapa, making an angst for kyu is kind of giving me a happiness kkkk~

  3. actually I don’t like sad ending so can you make a squel for this story?kekekeke:-D well hallo I’ve new find your blog and I want to read your another story that hit the key, could I ask for password? thank you:-)

    • hhahaha just so you know I love angst much ;p
      yes you can, tell me which one you want to read. I’ll send by email or you can reach me by twitter @LokitaCitra :)))
      anw, thankyuuuu for coming here ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s