[Oneshot] At the first sight

By Tomomikazuko

PLAGIARISM IS PROHIBITED

규규규규규

At the first sight

Gadis itu masih bertahan dalam posisi yang dianggapnya nyaman sambil sibuk mengaduk-ngaduk segelas latte hangat di hadapannya. Sesekali ia menangkupkan kedua telapak tangannya dicangkir itu untuk mengurangi rasa dingin yang membuat tubuhnya menggigil. Matanya sibuk menyapu seluruh bagian ruangan berharap objek yang ia tunggu sejak enam jam yang lalu menampakkan batang hidungnya.

Ini hari ke lima dia menyambangi kedai kopi ini dan lebih dari lima jam ia  bertahan duduk hanya untuk menunggu orang itu. Orang yang membuatnya jauh-jauh meninggalkan tanah kelahirannya dan mendarat di negara yang sama sekali asing banginya, Seoul.

“Agashi, ada yang ingin kau pesan lagi? Aku memperhatikanmu sejak tadi, apakah orang yang kau tunggu masih lama lagi datangnya? Kami akan segera tutup.” Ucap seorang pria yang seumuran seperti ayahnya.

“Ah ne, mian. Tidak, aku tidak sedang menunggu –eh ani, ya aku sedang menunggu..er tapi aku memang tidak membuat janji dengannya. Ah kalau begitu aku permisi.” Jawab gadis itu ramah dengan bahasa korea yang cukup sempurna mengingat ia bukan penduduk asli disini.

Pria tua itu memandangi punggung gadis itu yang mulai menjauh.

“Yeobo-ah, dia sama seperti gadis lain itu ya? Menurutmu siapa yang ia tunggu?”

“Entahlah, aku pikir dia tidak menunggu Jongwoon. Haha mungkin salah satu dari dongsaengnya. Kyuhyun, aku pikir gadis itu menunggu si magnae sejak kemarin. Strap ponselnya, kau tahu, bergambar wajah bocah evil itu.”

Sang istri hanya terkikik geli mendengar jawaban suaminya. Sejak kedai kopi ini di buka, memang begitu banyak fans yang datang. Sekedar duduk-duduk sambil menikmati secangkir moccachino dan sepotong cake atau seperti gadis yang baru saja meninggalkan kedai itu yang berharap bertemu dengan sekelompok pria yang merupakan sahabat putra mereka. Kim Jongwoon.

“Dia hampir seminggu disini, tidakkah kau kasihan dengan gadis itu? Aku jadi teringat dengan salah satu stalker nomor satu Jongwoon yang selalu menghabiskan waktunya untuk berada dekat dengannya.”

“Lalu menurutmu bagaimana? Haruskah kita mengatakan hal ini pada Jongwoon? Siapa tahu ia bisa membawa Kyuhyun kemari.”

Senyum hangat terhias di wajah sang istri saat mendengar jawaban dari suaminya. Tak ada salahnya membantu orang lain

____

“Jongjin-ah! Ada tamu di meja nomor sembilan, tolong kaulayani dia.”

Yang dipanggil Jongjin langsung mengangguk sambil membawa buku menu menuju meja nomor sembilan yang dimaksud.

“Selamat Sore, Anda ingin pesan apa untuk menu sore hari ini?” Jongjin melemparkan senyum tiga jari miliknya. Ia terkejut melihat siapa yang ada dihadapannya. Gadis itu lagi.

“Ah ne, aku pesan Hot Latte satu dan uhm…swiss roll cake.”

“Ada lagi?” Gadis itu menggeleng.

“Saya ulangi pesanannya, satu hot latte dan swiss roll cake. Ditunggu lima belas menit.”

Tepat lima belas menit, Jongjin datang membawa pesanan gadis itu.

“Ini pesanan anda, silahkan dinikmati.”

“Khamsahamnida.” Gadis itu sedikit terseyum hangat kepada jongjin.

“Ah, bolehkah aku bertanya padamu nona?”

Gadis itu menatap Jongjin dengan pandangan ragu.

“Err..ya?”

“Apakah kau ELF?”

Gadis itu sedikit terkejut denga pertanyaan Jongjin.

“Apakah begitu terlihat?” Ia terkekeh mendapati Jongjin yang menatap wajahnya.

“Kau bukan yang pertama nona.”

“Siapa kali ini?”

“Uhm maksudmu?”

“Personel yang kau tunggu tentu saja! Bukankah fans yang datang kesini biasanya ingin bertemu dan mengambil foto para idola mereka?” Jongjin tertawa sedangkan gadis itu hanya tersenyum manis. Ah siapapun hyungnya yang ditunggu gadis ini, dia terlalu beruntung.

Tanpa menjawab, ia hanya menunjukkan strap ponselnya dan Jongjin langsung mengerti.

“Oh! Mungkin kau akan beruntung hari ini Nona.” Jongjin mengedipkan sebelah matanya ke arah gadis itu.

“Selamat menikmati waktumu disini!”

“Chamkkanman-!”

“Ya?” Jongjin membalikkan tubuhnya kembali ke arah gadis itu.

“Bisakah kau berikan ini untuknya jika dia kesini?”

Sambil mengeluarkan sebuah box berbahan beludru berwarna cokelat. Jongjin menaikkan satu alisnya menatap heran pada gadis dihadapannya.

“Mengapa tak kau berikan sendiri?”

“Aku tidak ingin dia menyadari keberadaanku karena aku memberikan hadiah ini. Hanya ingin melihatnya secara langsung, tak berani berharap lebih. Mau membantuku?”

“Kau, gadis aneh nona. Baiklah, karena kau menjadi pelanggan kami hampir seminggu ini maka aku akan membantumu.”

“Gomawo!” Gadis itu berdiri dan membungkungkukan sedikit tubuhnya.

“Tidak perlu sungkan.”

Jongjin meraih box itu. kembali menuju counter dan meninggalkan gadis itu sendirian.

Suara pintu kedai kopi terbuka. Gadis itu menolehkan kepalanya. Dan wajahnya bersemu merah saat melihat siapa yang baru saja datang. Kim Jongwoon  dan dua orang lainnya. Yang jelas, ia melihat pria itu di hadapannya kini. Alasan yang membuatnya datang jauh-jauh ke Seoul. Cho Kyuhyun.

 Pria itu memasuki kedai kopi itu dan menempati meja nomor sebelas, hanya terpaut satu meja dari tempatnya duduk. Ia mengenakan v-neck putih polos yang cukup trasnparan memperlihatkan kulit putihnya, kaca mata hitamnya ia lepaskan seketika ia memasuki ruangan. Terlalu menyilaukan. Cho Kyuhyun, ia tahu persis bagaimana caranya membuat gadis itu terlihat lemah.

“Hai Hyung lama tak bertemu!” Jongjin menyambut mereka semua dengan senyumnya yang ramah. Saling bertukar sapa dan memeluk satu sama lain. Jongjin memperhatikan gadis-meja-nomor-sembilan itu sekilas. Gadis aneh, mengapa tak meminta foto bersama dengan Kyuhyun.

Gadis itu hanya menatap Kyuhyun hangat dengan penuh suka cita. Ia tak berani mendekat. Takut jika ia melakukan gerakan sekecil apapun akan merusak semuanya. Ia takut kalau ini semua hanya khayalannya. Ia terlalu bahagia. Berada sedekat ini dengan orang yang dicintainya. Ia menatap lekat Kyuhyun. Sedangkan pria itu masih tak menyadarinya hingga Jongjin mengedikkan kepalanya memberi tanda kepada Kyuhyun membuat Hyungnya itu menangkap pandangan sang gadis. Satu detik. Dua detik. Gadis itu terkejut dan membuang pandangannya. Kyuhyun  tersenyum kikuk. Wajahnya terasa panas tiba-tiba.

Jongjin memperhatikan gadis itu merapihkan barangnya dan mengeluarkan beberapa lembar won dari dompetnya. Jangan bilang ia akan meninggalkan kedai ini setelah hampir seminggu ia menantikan kehadiran Kyuhyun.

Dan benar saja gadis itu beranjak dari tempat duduknya dan memandang sekali lagi ke arah Kyuhyun yang masih nyaman menatapnya hingga akhirnya gadis itu melangkah pergi meninggalkan kedai itu.

“Hyung, kau tahu gadis itu menunggumu hampir seminggu disini. Hanya untuk melihatmu dari jarak dekat Hyung.”

“Ne?” Kyuhyun tersadar karena ucapan Jongjin. Wajahnya mulai memerah.

“Aigooooo~ uri kyuhyunnie baru saja jatuh cinta pada gadis yang tak sampai satu menit ia tatap.” Seloroh Heechul mengundang tawa dari para hyungnya yang lain.

“You are kidding me, aren’t you?” Tanya Kyuhyun sambil terkekeh.

“Buat apa aku bercanda? Dia sangat aneh hyung. Dia begitu setia menunggumu dan saat kau ada di hadapannya, ia hanya memandangimu saja. Ah tunggu sebentar Hyung, ada sesuatu untukmu.”

Jongjin menghilang ke dalam counter sedangkan Kyuhyun masih mencoba mencerna ucapan Jongjin. Love at first sight, apakah dia sedang mengalaminya sekarang untuk kedua kalinya?

“Ini Hyung.” Jongjin menyodorkan sebuah box cokelat berbahan beludru kepada Kyuhyun.

“Gadis itu menyuruhku memberikannya kepadamu.”

Kyuhyun terkejut.

“Dia cantik ya Hyung? Kau beruntung sekali.” Jongjin mengerling ke arah Kyuhyun. Membuat hyungnya yang lain sibuk menggodanya.

“Mengapa ia—“

Aku tidak ingin dia menyadari keberadaanku karena aku memberikan hadiah ini. Hanya ingin melihatnya secara langsung, tak berani berharap lebih. Itu jawabannya jika kau bertanya mengapa gadis itu tak memberikannya langsung kepadamu. Dia berbeda, bagaimana menurutmu Hyung?”

Lagi-lagi pipinya terasa memanas.

“Awwwwwwwwww-! Hyunie-ah, gadis itu manis sekali. Kau benar-benar beruntung. Dia tidak berteriak dan menarikmu paksa padahal ia setia menunggu disini hanya untuk bertemu denganmu. ” Ucap Heechul melebih-lebihkan.

“Diam kau Hyung!” Kyuhyun memberikan death-glarenya kepada Heechul yang malah dibalas dengan tawa oleh Hyungnya itu.

“Jongjin-ah, mungkinkah ia kembali lagi kesini besok?”

“Aku tak tahu, umma dan appa mengatakan ia tak pernah absen untuk datang kesini sejak enam hari yang lalu Hyung. Hanya untuk melihatmu. Mungkin ia akan datang lagi, tapi mungkin juga tidak. Dia sudah melihatmu , apalagi yang ia harapkan?”

Kyuhyun tertegun mendengar jawaban Jongjin.

“Kau, bisakah menghubungiku jika dia muncul kembali?”

Jongjin terkekeh.

“Jangan berharap banyak Hyung. Dia bukan penduduk disini, aku yakin ia akan segera kembali ke negaranya. Tapi aku pasti memberi tahumu jika dia kembali.”

“Kau benar-benar tertarik padanya Hyunie?” tanya jongwoon.

“Uhm, mungkin hyung.”

“Manis sekali, semoga kau beruntung dongsaeng!” Yesung mengacak-acak rambut Kyuhyun membuat pemiliknya melemparkan tatapan membunuh kepadanya.

“Jangan seperti itu atau gadis itu akan lari ketakutan melihat wajah setanmu Hyunie!” Heechul kembali menggoda Kyuhyun.

Tanpa disadari seorang gadis masuk ke kedai kopi itu. Sedikit berlari kecil. Gadis itu tak menyadari bahwa ada empat pasang mata yang tengah menatap kehadirannya. Dengan polosnya ia menyambangi meja nomor Sembilan dan mengambil barang miliknya yang tertinggal. Ponselnya. Perasaan lega terlihat dari wajahnya.

Ia mengecek ponselnya sebentar lalu mengalihkan pandanganya ke depan. Dan tepat pada saat itu, kedua bola mata yang amat disukainya tengah memandangnya penuh arti.

Ia terpaku melihat empat orang yang dikaguminya sedang menatap ke arahnya. Seandainya suara jantung sejelas suara hujan, mungkin ia akan mati dengan perasaan malu karena detak jantungnya menjadi sangat cepat akibat tatapan itu. Ia hanya tersenyum kikuk lalu melangkahkan kakinya ke arah pintu keluar kedai.

“Kurasa kau benar-benar beruntung Hyunie-ah! Cepat apa lagi yang kau tunggu.”

Senyum mengembang di wajah sang magnae. Ia berdiri dari posisi duduknya lalu beranjak pergi mengejar gadis yang baru saja membuatnya berharap kembali pada sebuah destiny.

Dipercepatnya langkah setengah berlari. Sedikit lagi, dan Kyuhyun meraih pundak gadis itu.

“Terima kasih untuk hadiahmu. Boleh aku mengetahui namamu, Nona?”

Ia mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengucapkan kalimat itu.

Love at first sight, may I put this hope once more? –Kyuhyun

Gadis itu terdiam memunggungi Kyuhyun –tak berani menoleh. Tak berani menatap orang yang mengajaknya berbicara. Ia mengenal suara itu dengan sangat baik. Apa ini hanya halusinasi? Bolehkah dia sedikit berharap?

 Am I dreaming? Am I that delutional?  May I put this hope just for once? –Cathabelle Choi.

______

ps: setauku umur jongjin ga beda jauh sama kyu tapi aku maunya dia manggil kyu hyung disini haha. thanks for reading this lame story 🙂 comment is so appreciated!

13 thoughts on “[Oneshot] At the first sight

  1. awalnya rada gak ngerti,,tapi akhirnya ngerti juga …
    udah nunggu lama,,tapi pas ketemu cuma mandang doang ?
    diajak bicara juga diam ??? ya ampun…hilang tu kesempatan emas.ckckck …
    manisnya dirimu kyu …
    baguuusss ^^

    • hahahaha~ yaaahhh kan dia emang ga berani berharap banyak xD
      cuma pengen liat secara langsng aja kan dari awal, eh siapa yang tahu ternyata di samperin jadi deh dia bengong aja~ ga hilang ko kesempatannya, kan kyu bakal tetep ngejer dia HAHAHA
      makasih 😀

  2. Keren banget !!
    Suka
    >///<

    Dan salam kenal..^^
    Serasa disambut oneshoot yang keren untuk awal perkenalan kita*plak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s